Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Kota Denpasar Tahun 2024
Selasa, 09 Juli 2024
959x Dilihat
Pendataan kuesioner Data Pensasaran Warga Miskin Esktrem dilakukan selama 14 hari yaitu dari tanggal 7-20 Juni 2024
Jumlah KK Warga Miskin Ekstrem sebelum survey berjumlah 69 KK, setelah survey ada penambahan menjadi sejumlah 70 KK
Dari pendataan beberapa keterampilan yang ingin dikembangkan oleh penduduk miskin ekstrem paling banyak yang diminati adalah pelatihan mejejaitan, menjahit, tata rias dan tata boga Perangkat Daerah yang akan menjadi ujung tombak untuk melakukan dintervensi dalam bentuk Program/ Kegiatan/ Sub Kegiatan yaitu Dinas Sosial
Masih ada 16 penduduk yang belum meiliki BPJS, untuk di data oleh Dinas Kesehatan agar dapat dimasukkan dalam JKN PBI, koordinasi dengan Dinsos untuk sinkronisasi dengan data DTKS
Ada 2 keluarga di Katrangan dan Merthayasa yang masih menggunakan air sumur tak terlindung, PUPR akan melakukan pengecekan di lapangan untuk dapat diintervensi menjadi program/ kegiatan/ sub kegiatan. Untuk penyampungan SR dapat dilakukan paling cepat di tahun anggaran 2025. Pengelolaan akan dilakukan oleh Perumda PDAM, kemungkinan diklasifikasikan tarif D untuk mendapatkan harga yang lebih murah
Sanitasi ada 1 keluarga yang masih belum mempunyai MCK, PUPR akan mengecek ke lapangan untuk dicarikan solusi
Jika setelah hasil suvey Bedah Rumah dimungkinkan untuk dilakukan di perubahan, bisa diajukan anggaran perubahan tahun 2024
Bedah rumah atas nama I Putu Eka Setiawan dengan status tanah milik sendiri, Perkim masih menunggu proposal yang diajukan oleh Desa. Proposal untuk memastikan bahwa lahan milik sendiri dan tidak ada masalah internal dalam keluarga.
Bedah rumah atas nama I Ketut Agus De di daerah Imam Bonjol masih belum ada respon dari yang bersangkutan
Jika ada suatu kondisi memerlukan Bedah Rumah namun kondisi di lapangan ada melanggar sempadan, Perkim tidak apat melakukan tindakan menggunakan dana APBD, jika menggunakan dana CSR dimungkinkan namun akan menjadi contoh pelanggaran aturan. Jika di daerah lain solusi nya ada dilakukan relokasi, namun untuk Denopasar masih belum dapat melakukan relokasi karena tidak ada lahan bebas.
Beberapa yang diajukan masih belum ada proposal yang diajukan ke Dinas Perkim
Dinas Pendidikan untuk siswa SD sejumlah 35, SMP sejumlah 10 dan SMA sejumlah 18 akan dilakukan sinkronisasi data dengan data Beasiswa Miskin Ekstrem tahun berjalan. Jika belum masuk akan dimasukkan untuk mendapatkan beasisea miskin ekstrem.
Dari data jenis pekerjaan ada 2.1% berfrofesi sebagai petani, Dinas Pertanian diarahkan untuk menjadikan sasaran utama dalam pelaksanaan program/ kegiatan/ sub kegiatan.Dinas Pertanian selama ini berjalan sasarannya adalah kelompok petani, jika petani ini masuk dalam kelompok tani maka akan mendapatkan bantuan bibit.Dilakukan dahulu pendataan apakah 2,1% ini masuk dalam data kelompok tani di Kota Denpasar.
Dari data jenis pekerjaan ada 5,3% berprofesi sebagai nelayan. Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan selama ini berjalan sasarannya dalah kelompok nelayan. Beberapa sebelumnya tidak ada bantuan alat karena terbentur nomenklatur. Namun di Kepmen terbaru di nomenklatur muncul kegiatan untuk memungkinkan memberikan bantuan kepada kelompok nelayan. Jadi dilakukan pendataan apakah waraga miskin ekstrem nelayan ini masuk ke dalam kelompok nelayan.
Khusus untuk miskin esktrem karena merupakan kegiatan prioritas walaupun sub kegiatan belum ada di RENSTRA, dapat diajukan ke anggaran induk tahun 2025.
Akan ada program 1 keluarga miskin 1 sarjana, beasiswa untuk anak lulusan SMA/ SMK untuk berkuliah di perguruan tinggi. Beasiswa rencana akan amenggunakan dana CSR, namun sub keg yang akan menangani di Perangkat Daerah masih harus dikoordinasikan
Dinas PMD akan bersurat ke Perbekel, kemudian diturunkan ke Kadus untuk melakukan percepatan musdes dalam percepatan penetapan data miskin esktrem.
Untuk Dina Perikanan dan Ketahanan Pangan untuk segera menghitung penganggaran pemberian bibit untuk warga miskin ekstrem di perubahan 2024