Menu

Rapat Persiapan Penelitian Sejarah Kota Denpasar

  • Senin, 05 Oktober 2009
  • 793x Dilihat
Rapat Persiapan Penelitian Sejarah Kota Denpasar
Presentasi Awal Kegiatan Penelitian Sejarah Kota Denpasar dilaksanakan pada Hari : Senin, 5 Oktober 2009, Jam : 09.00 wita bertempat di Ruang Pertemuan Bappeda Kota Denpasar. Rapat dipimpin oleh Plt. Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Kota Denpasar, Drs.Dewa Made Ariawan,MSi. Peserta yang hadir dalam Rapat tersebut sebanyak 40 orang, terdiri dari Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi Bali, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Dekan Fakultas Sastra Univ Udayana, utusan Rektor UNHI Denpasar, utusan Rektor ISI Denpasar, Penglingsir Puri Pemecutan, Penglingsir Puri Kesiman, Pimpinan Museum Sidik Jari, Pimpinan Museum Bali, Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Kota Denpasar, Staf Bappeda Kota Denpasar. Adapun beberapa Kesimpulan yang dihasilkan dalam Repat Tersebut adalah : 1.Penelitian ini diharapkan memperoleh kesamaan pemahaman yang lebih luas mengenai sejarah Kota Denpasar. 2.Puri memegang posisi yang penting dalam sejarah puputan Badung, oleh karena itu puri perlu mendapatkan perhatian. 3.Diharapkan penelitian ini tidak seperti penelitian –penelitian sebelumnya, dimana sumber informasinya kurang akurat dan cenderung memihak salah satu puri yang pada akhirnya dapat memecah belah puri-puri yang ada di Kota Denpasar. Oleh karena itu kajian penelitian ini harus merupakan satu kesatuan tidak dipecah-pecah serta berdasarkan bukti-bukti yang otentik. 4.Puri-puri di Kota Denpasar siap untuk membantu memberikan data-data yang diperlukan. 5.Literatur penelitian ini dapat ditambahkan dengan “sistem perlambang di Kota Denpasar”(internet). 6.Dalam menganalisis sejarah Kota Denpasar dapat dipergunakan konsepsi teori evolusi, misalnya benarkah Catus pata merupakan difusi kebudayaan Majapahit dan Bali? Apa parameternya? 7.Di Indonesia penghargaan terhadap warisan budaya masih kurang lain halnya dengan Negara Jepang, masyarakatnya memberikan penghargaan setinggi-tingginya dan bangga terhadap warisan budayanya.