Musrenbang Kecamatan Denpasar Selatan
Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan Denpasar Selatan dilaksanakan Rabu, 25 Januari 2012 dibuka oleh Kepala Bappeda Kota Denpasar mewakili Bpk.Walikota Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra.
Dalam Sambutan yang dibacakan oleh Kepala Bappeda Kota Denpasar, I Gst Putu Anindya Putra, MSP mengatakan bahwa Pertumbuhan pembangunan di Kota Denpasar yang semakin pesat baik dibidang fisik, ekonomi maupun sosial budaya membuktikan dampak bagi kemajuan Kota Denpasar. Namun perkembangan pembangunan yang pesat menimbulkan berbagai masalah terutama kepadatan arus lalu lintas, masalah kependudukan, pencemaran lingkungan, masalah persampahan. Untuk mengatasi permasalahan menurut Rai Mantra diperlukan perhatian dan penanganan yang serius dari pihak terkait yaitu pemerintah, swasta dan masyarakat untuk mencarikan solusi dalam menangani masalah. Melalui musrenbang kecamatan diharapkan dapat memperhatikan serta merencanakan usaha-usaha dan program-program menyentuh kepentingan masyarakat. Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan kunci keberhasilan dan setiap upaya pembangunan tidak lepas dari peran serta masyarakat secara aktif dalam proses perencanaan, pengendalian dan pemeliharaan. Dalam perencanaan pembangunan di desa/lurah harus memperhatikan kondisi daerah sehingga rencana tersebut merupakan hasil perkembangan desa/lurah. Proses perencanaan merupakan syarat penting untuk membangun desa/kelurahan. Lebih lanjut Rai Mantra menambahkan dalam musrenbang ini lebih memperhatikan skala prioritas sihingga kegiatan yang dilaksanakan benar-benar dipilah dan dipilah. Dengan demikian dapat ditentukan kegiatan yang dibiayai SKPD Kecamatan, APBD Kota, APBD Provinsi dan APBN. Diharapkan dengan dipilahnya setiap kegiatan pelaksanaanya sesuai dengan prioritas pembangunan di Kecamatan Denpasar Selatan.
Camat Densel, I Made Mertajaya dalam laporannya yang dibacakan Sekretaris Camat I Made Sukarata menyampaikan untuk perencanaan pembangunan diwilayahnya masalah kesehatan, pendidikan dan ekonomi termasuk pencemaran lingkungan masih mendapat perhatian. Musrenbang kali ini selain untuk menyatukan persepsi juga forum diskusi membahas konsep perencanaan proyek yang merupakan usulan dari 10 desa/kelurahan sebagai hasil musrenbang yang telah dilaksanakan di masing-masing desa/kelurahan. Lebih lanjut Mertajaya mengatakan pelaksanaan musrenbang ini untuk membahas dan menyepakati hasil-hasil musrenbang tingkat desa/kelurahan serta membahas dan menetapkan prioritas kegiatan pembangunan di Kecamatan Denpasar Selatan. Untuk di Densel sebanyak 123 usulan proyek dibahas dalam musrenbang yang juga diikuti oleh DPRD Kota Denpasar dengan jumlah dana sebesar Rp. 27 milyard 688 juta lebih. Adapun proyek yang diusulkan dibagi 3 bidang yakni ekonomi 8 usulan (Rp. 460 juta), Fisik 95 usulan (Rp. 25 milyar lebih), sosial budaya 20 usulan dengan dana sebesar Rp. 2 milyar lebih. Tentu diharapkan usulan ini dapat diakomodir, sehingga pembangunan di Denpasar betul-betul dari bottom up.